Runway Kualamanu Rencana Selesai 2010
Terkait dengan tindak lanjut pembangunan Bandara Kualanamu, Menhub menyatakan bahwa, tahun 2010 diupayakan runway bandara Kualanamu telah dapat digunakan, sehingga operasionalisasi Bandara Kualanamu akan dapat terealisasi sepenuhnya tahun depan.
Menhub menyatakan bahwa yang menjadi permasalahan ialah kendala teknis dimana tanah yang akan dijadikan landasan belum stabil, ” 500 meter di daerah runway tanahnya masih belum stabil, jadi masih harus diendapkan sehingga tanahnya akan stabil. Rencananya proses stabilisasi dilakukan dengan vertical drain yaitu air ditembuskan keluar dari atas, lalu dtimbun dengan pasir baru diperkuat dengan bahan seperti beton. Jika proses ini dilakukan selama 3 bulan terus menerus distress, maka stabilisasi tanah akan cepat selesai”, ujar Menhub Jusman Syafii Djamal di Medan pada hari Jumat, 24 September 2009.
Pada awalnya stabilisasi tanah runway tersebut direncanakan sekitar 3 bulan dan selesai pada bulan Oktober tahun 2009 nanti, namun tampaknya hal tersebut tidak dapat terwujud. Menhub mengungkapkan bahwa ketika tanah runway tersebut distabilisasi, maka akan dioperasikan taxiway disana untuk memindahkan bandara polonia, namun kelihatannya pemerintah ingin menyelesaikan landasan pacu secara keseluruhan terlebih dahulu.Tertundanya pengoperasian bandara yang menelan dana sekitar 2-3 triliun tersebut tidak terkait dengan masalah pendanaan, sebab hingga saat ini pemerintah terus mengalokasikan dana untuk pembangunan bandara internasional terbaru tersebut yang berada di daerah Lubuk Pakam tersebut.
Terkait dengan kabar bahwa pemprov Sumatera Utara merasa keberatan sebab mereka tidak iikutsertakan dalam pembangunan bandara ini, Menhub mengungkapkan bahwa hal tersebut tidaklah benar, sebab bandara Kualanamu berada di wilayah Pemprov Sumatera Utara. ” Maksudnya tidak diikutsertakan mungkin dalam hal pendanaan yaitu dari APBD, namun nanti pada saat pembangunan jalan tol menuju bandara tersebut PU pasti akan memberikan suatu kerjasama kepada Pemprov, dimana pemprov akan dapat menggandeng swasta. Namun apapun kondisinya pihak Pemprov atau Pemda akan dilibatkan”, ujar Menhub Jusman Syafii Djamal kepada para wartawan di Medan dalam rangka Peninjaun Arus Balik Lebaran pada hari Jumat, 25 September 2009. Sementara untuk akses KA, rencananya akan dibangun dari stasiun batang kuis sampai ke terminal kota yang diharapkan akan jadi tempat untuk city check-in.
Related posts:
- Studi Kepindahan Bandara Adisutjipto ke Kulon Progo Selesai 2019 Studi terkait pembangunan bandara penumpang dan kargo kelas internasional di Kulon Progo, diharapkan Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X sudah selesai tahun 2019. Adanya bandara...
- Pengertian Landasan Pacu – Runway Landas pacu adalah sepetak lahan yang digunakan oleh pesawat terbang untuk lepas landas atau pendaratan yang dapat berupa aspal atau rumput. Dalam bahasa Inggris disebut...
- KM 11 Tahun 2010 tentang Kebandarudaraan Nasional. Menteri Perhubungan Republik Indonesia mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan No. KM 11 Tahun 2010 tertanggal 5 Februari 2010 tentang Tatanan Kebandarudaraan Nasional. Dalam Pasal 1 ayat...
- Bandara baru Lombok Tengah mulai operasi 2010 Manajemen PT Angkasa Pura I membangun bandara baru pengganti Selaparang di Lombok Tengah dengan nilai investasi Rp665 miliar dan ditargetkan mulai beroperasi pada awal 2010....
- Bandara Radin Inten II Perpanjang Landasan Pemerintah Provinsi Lampung tengah melakukan persiapan untuk melakukan perpanjangan landasan pacu / Runway Bandara Radin Inten II dari panjang 2500 dan lebar 45 meter menjadi...







Leave a Reply