Pilot Express Air Digrounded

Departemen Perhubungan menyesalkan peristiwa kecelakaan yang menimpa pesawat milik maskapai Express Air di Bandara Torea, Fak-Fak, Papua Barat, Kamis (6/11). “Saya sangat menyesalkan dan sangat kecewa dengan kejadian tersebut,” ujar Direktur Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara Dephub Yurlis Hasibuan di Jakarta, Kamis. Salah satu alasannya, kata Yurlis, pesawat dengan nomor registrasi PK-TXL yang melayani penerbangan komuter wilayah Papua tersebut baru mendapat izin terbang (approval) dan beroperasi selama tiga hari.

Dijelaskan, kejadian yang menimpa pesawat nahas itu masuk dalam kategori accident, bukan insiden kendati penyebab pasti kecelakaan pesawat berpenumpang 31 orang dan tiga awak itu belum diketahui. ”Informasi awal, pesawat tersebut mendarat sebelum mencapai landasan (undershoot). Alhamdulillah tidak ada korban dari kecelakaan ini. Semua dalam keadaan selamat.”

Dipaparkan Yurlis, pesawat jenis Dornier 328-100 rakitan Jerman 1995 itu adalah satu dari empat pesawat yang direcanakan akan dioperasikan Express Air pada rute yang sama. Sedangkan untuk rute penerbangan jarak jauh, akan digunakan dua pesawat jenis Boeing 737. ”Kami juga telah melakukan uji terbang (proofing flight) pesawat tersebut di rute-rute yang mereka ajukan, sebelum memberikan izin terbang bagi pesawat tersebut. Pesawat itu juga masih relatif muda,” paparnya. Terkait kejadian tersebut, pilot pesawat otomatis menerima sanksi pelarangan terbang (grounded).

Sementara bagi maskapai, saksi yang dibrikan berupa penangguhan izin pengoperasian pesawat jenis sama. Kebijakan ini berlaku hingga ada kejelasan dan kesiapan manajemen. Berdasarkan informasi dalam situs resminya, Travel Express Aviation Service (Express Air) adalah maskapai berjadwal penumpang. Perusahaan ini mulai beroperasi pada Juni 2003 dengan fokus pelayanan wilayah Indonesia Timur. Pada tahap awal, akan dioperasikan dua pesawat Boeing 737 dengan destinasi Makassar, Ternate, Sorong, Manokwari dan Jayapura. Sedangkan untuk penerbangan jarak pendek (komuter), rute yang dipilih meliputi wilayah Papua, Sulawesi, Maluku dan Nusa Tenggara. Pada rute ini, Express Air merencanakan utuk mengoperasikan enam Dornier 328 turbo-prop hingga akhir 2008.

Sumber : Dephub





Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <blockquote cite=""> <code> <em> <strong>