Terminal TKI Bandara Adi Sumarmo Dibangun Usai Lebaran

Pembangunan terminal khusus tenaga kerja Indonesia atau TKI di Bandar Udara Adi Sumarmo Solo dipastikan akan dimulai usai Lebaran, memorandum of understanding (MoU) dengan TNI Angkatan Udara (AU) sebagai pemegang otoritas di bandara internasional itu sudah ditandatangani. ”Saya kira semua prosedur administrasi sudah rampung, sehingga proses pembangunan pintu gerbang khusus TKI itu segera bisa dimulai,” jelas Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Solo Ir Sundjojo, menjawab wartawan, di Gedung Dewan, Rabu (10/10).

Semula, pembangunan terminal TKI yang diprakarsai Pemerintah Kota Solo dengan memasok anggaran Rp 3,3 miliar, dijadwalkan pada Agustus lalu. Namun jadwal pembangunan mengalami pengunduran, karena masih ada proses administrasi yang harus dirampungkan termasuk penandatanganan MoU dengan TNI AU dan DPRD Solo. Dipastikan, mulai 2008 nanti, para TKI dari daerah Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan sebagian Jawa Timur belahan barat, yang bekerja di luar negeri, sudah bisa memanfaatkan fasilitas tersebut.

Nantinya, mereka tak perlu lagi berangkat ke luar negeri atau pulang melalui Bandar Udara atau Bandara Soekarno-Hatta Jakarta atau Juanda Surabaya yang berjarak cukup jauh dari kampung halamannya, tambah Sundjojo, tetapi cukup melalui Solo. Yang lebih penting, tegasnya, faktor keamanan, terutama saat TKI pulang dari luar negeri, menjadi fokus utama dalam pembangunan terminal TKI di Bandara Adi Sumarmo. Pasalnya, seluruh urusan TKI nantinya bisa diselesaikan di bandara, termasuk penukaran uang serta angkutan darat hingga ke rumah masing-masing TKI.

Menjawab pertanyaan tentang kesiapan institusi terkait yang akan ditempatkan di terminal TKI, seperti keimigrasian, perusahaan money changer, perusahaan jasa transportasi darat, dan sebagainya, menurut Sundjojo, hingga kini sudah dilakukan pembicaraan intens. ”Pada prinsipnya, tak ada masalah, dan mereka siap menempatkan personal dan fasilitas pendukung di terminal TKI,” jelasnya.

Meski pada arus mudik dan arus balik Lebaran ini Bandara Adi Sumarmo belum dilengkapi dengan terminal TKI, namun secara riil arus penumpang dari kalangan TKI melalui bandara yang secara geografis berada di wilayah Boyolali itu, cukup besar. Mereka memanfaatkan jasa penerbangan internasional reguler, terutama yang ditangani perusahaan penerbangan Air Asia dengan rute penerbangan Solo-Kuala Lumpur. Dia mengakui, jumlah TKI dari kalangan warga Kota Solo sendiri yang bekerja di luar negeri, relatif kecil. Tetapi jumlah TKI di kawasan sekitar Solo, seperti Sragen, Karanganyar, Boyolali, Purwodadi, sekitar DI Yogyakarta dan sebagainya, sangat besar, dan mereka itulah merupakan potensi bagi terminal TKI Bandara Adi Sumarmo. Sumber KR





Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <blockquote cite=""> <code> <em> <strong>