Studi Kepindahan Bandara Adisutjipto ke Kulon Progo Selesai 2019

Studi terkait pembangunan bandara penumpang dan kargo kelas internasional di Kulon Progo, diharapkan Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X sudah selesai tahun 2019. Adanya bandara udara internasional akan memberi banyak keuntungan untuk Yogyakarta.

Perpanjangan landasan Bandara Adisucipto tak mungkin dilakukan karena sekitarnya penuh pemukiman. Kita punya punya waktu 10 tahun. Sehingga harapan saya, 10 tahun mulai hari ini, studi untuk bandara internasional, mesti sudah jadi. Yogya akan dibantu Pemerintah Ceko untuk membuat studinya.

Hal itu disampaikan Sultan di Kepatihan usai bertemu secara tertutup dengan delegasi dari negara Ceko. Jiri Petrak dan Karl Kucera, dua konsultan dari Mott Mc Donald Praha, konsultan yang akan melaksanakan studi terkait rencana pembangunan bandara internasional ini menemui Sultan. Mereka memaparkan beberapa hal menyangkut rencana studi bandara.

Dalam paparan mereka, lokasi yang disebut adalah Kulon Progo. Bandara internasional tersebut akan banyak memberi manfaat bagi Yogya, karena menghidupkan Kulon Progo dan mengurangi kemacetan lalu lintas. Jumlah penerbangan dari dan ke Yogya pun akan bisa lebih banyak.

Sultan akan kembali bertemu dengan konsultan dari negara Ceko itu, sekitar sebulan lagi. Ditambahkan Sultan, pembangunan bandara internasional ini memerlukan investor yang modalnya besar karena anggaran daerah atau pusat jelas tak sanggup menutup.

Untuk lokasi, Bantul sebenarnya juga menjadi pilihan. Namun memang lebih condong ke Kulon Progo yang masih memiliki tanah landai dan luas di pinggir laut. Sementara di Bantul, jika bandara dibangun, saluran-saluran irigasi harus ditutup.





Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <blockquote cite=""> <code> <em> <strong>