Kotak Hitam Garuda GA-200 Dapat Terbaca

Ketua Subkomite Keselamatan Transportasi Udara, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Frans Wenas, mengatakan bahwa kotak hitam (black box) pesawat Garuda G-200 yang terbakar di Bandara Adisucipti, Yogyakarta, pada 7 Maret 2007, terdiri atas “Voice Data Recorder” (VDR) dan “Flight Data Recorder” (FDR) dapat terbaca.

“Sudah terbaca, namun kesimpulan penyebab kecelakaan baru bisa diungkapkan setelah terlebih dahulu dilakukan analisis,” kata Frans. Menurut Frans, pihaknya baru saja kembali dari Australia, dan “black box” Garuda yang mengalami kecelakaan di Yogyakarta (7/3) yang dikirim beberapa waktu lalu sudah dapat dibaca.

“Minggu ini juga akan ada ‘preleminary report’ yang akan disampaikan kepada ICAO (International Civil Aviation Organization) sebagai laporan awal menyangkut temuan di lapangan untuk selanjutnya dianalisis oleh para pakar,” kata Frans.


Ia menjelaskan, laporan mengenai data percakapan ke ICAO itu juga akan disampaikan kepada Menteri Perhubungan (Menhub), Hatta Rajasa.

“Kalau sudah ada kesimpulan baru pemerintah secara resmi akan mengumumkannya kepada publik, katanya, tanpa merinci berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menganalisis.

Terkait pemberitaan di salah satu televisi Australia yang mewawancarai seorang anggota Tim KNKT bahwa “black box” merekam terjadinya perdebatan antara pilot dan co-pilot GA 200 sebelum pesawat itu kecelakaan, Frans mengatakan, hal itu hanya salah pengertian.

“Ada kemungkinan sumber yang diwawancarai itu tidak mengerti bahasa Inggris, sehingga menimbulkan salah pengertian. Wajar dalam satu penerbangan terjadi dialog,” katanya.

Sebelumnya, di tempat terpisah, Hatta Rajasa mengatakan, adanya laporan yang menyebutkan terjadi pertengkaran pilot dan co-pilot soal kecepatan dan sudut kepakan sayap pesawat, seperti terekam dalam “black box”, tidak betul.





Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <blockquote cite=""> <code> <em> <strong>